Sekolah Forex Indonesia

Tuesday, April 23, 2013

Analisa Fundamental

Analisis Fundamental adalah analisa berdasarkan pada situasi dan kondisi ekonomi, politik dan keamanan secara global. Informasi maupun berita-berita yang berhubungan baik secara langsung dengan situasi perekonomian dapat digunakan sebagai indikator yang cukup penting. Analisa Fundamental
Analisa fundamental dalam forex trading dengan memperhatikan berita yang dikeluarkan oleh suatu badan pemerintah suatu negara terutama pemerintah Amerika dan negara-negara Eropa. Beberapa faktor fundamental yang perlu dicermati adalah sebagai berikut; Tingkat suku bunga (interest rate, Balance of Payment (BOP), Producer Price Index (PPI input),Consumer Price Index (CPI), Retail Sales, Non Farm Payrolls, Gross Domestic Product (GDP), dan masih banyak lainnya.

Sesuai dengan sumbernya, maka metode Fundamental bersifat subyektif, tergantung derajat kepercayaan Investor/Konsultan kepada sumber berita tersebut.

Sifat berita Fundamental dikelompokan menjadi dua yaitu :

1. Berita Permintaan bersifat Bullish
Bullish berasal dari kata ‘bull’ (sapi jantan); sifat tersebut menggambarkan gerakan harga pasar terlihat seolah-olah akan turun, namun sebenarnya akan naik (mirip gerakan sapi jantan menanduk musuhnya, yaitu menanduk, lalu dilemparkan keatas).
Contoh berita bersifat Bullish dari Reuter/media cetak :
- Cuaca buruk/storm/unfavourable,
- 3 – 6 conseccutive (berturut-turut) days up/firmer (menguat)
- Triggered Buying, Bottomside/bottomout , Buying Power, dll

2. Berita Penawaran/Supply bersifat Bearish
Bearish berasal dari kata ‘bear’ (beruang); sifat tersebut menggambarkan gerakan harga pasar terlihat seolah-olah akan naik, namun sebenarnya harga akan turun (mirip gerakan beruang mencengkeram mangsanya, yaitu mengangkat lalu dibanting).
Contoh berita bersifat Bearish dari Reuter/media cetak:
- Cuaca baik/favourable, 3-6 consecutive days down/easier (melemah)
- Lack of Demand (Kekurangan Permintaan)
- Triggered Selling, Topside capped (Puncak sudah tercapai), Harvesting
- Selling Power, Ample of stock (Stok melimpah),dll.

Faktor-faktor yang mempengaruhi analisa secara fundmental
Analisa:EkonomiPolitikKeamanan (global, regional, negara)Penentu: Kecepatan memperoleh informasi Sumber informasi Pengolahan informasi & forecasting (ramalan)Beberapa Data Ekonomi dan Pengaruhnya Terhadap Dollar AS

Chicago PMI (Purchasing Management Index)Consumer Confidence Index (CCI)Consumer Spending (Expenditure)Econimic Monetary System (EMS)
Keuntungan
MudahDapat menentukan harga secara globalPenentu trend jangka panjang (long term)Pada kasus tertentu efektif untuk short term tradingKelemahan
Tidak bisa menentukan secara eksakMemakan banyak waktuSubyektif, terlalu banyak asumsi yang dipakaiSaran : Perhatikan hanya berita-berita yang sifatnya sangat kuat pengaruhnya terhadap perubahan mata uang. Ex: Payroll, teroris, perubahan suku bunga.

View the original article here



Peliculas Online

Monday, April 22, 2013

Resiko Manajemen Dalam Forex Trading

Forex trading tergolong sebagai investasi yang sifatnya high risk. Artinya forex trading tergolong memiliki resiko tinggi. Salah satu yang tertinggi diantara instrumen investasi keuangan lainnya.

Selain keuntungan yang besar dalam forex trading ada faktor resiko yang harus Anda ketahui sebelum memulai bisnis ini yaitu;  arus dana sangat cepat, tidak ada metode trading yang sertus persen dapat menjamin Anda pasti untung sehingga bila anda tidak pandai dalam melakukan manajemen resiko maka ada kemungkinan besar dana yang anda investasikan habis dalam bisnis ini.

Resiko Manajemen Dalam Forex Trading
Forex trading bukanlah sebuah “quick rich scheme” yang dapat membuat Anda kaya mendadak tanpa harus bekerja keras. Tidak ada keberhasilan tanpa kerja keras. Kerja keras merupakan bagian yang tak terpisahkan dari mereka yang mengalami kesuksesan finansial dalam hidupnya. Termasuk mereka yang sukses melalui forex trading.

Diperlukan kerja keras untuk mempelajari analisa dan perilaku pasar sehingga kita dapat menebak arah pergerakan harga dengan akurat. Begitu juga diperlukan mental ekstra ketika hasil trading tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

Tanyakanlah pada trader-trader sukses yang Anda kenal, apakah mereka pernah mengalami jatuh bangun dalam trading mereka. Dan jawabannya hampir pasti adalah “ya”. Kesuksesan hanyalah disediakan bagi mereka yang mau berusaha dan belajar terus menerus meperbaiki dirinya.

Nah berkaitan dengan resiko yang harus dihadapi jika kita hendak memulai investasi di forex, diperlukan kiat-kiat khusus untuk memperkecil, atau bahkan membalikkan posisi kita yang tadinya minus menjadi kembali positif dan memperoleh untung. Berikut beberapa kiat dan manajemen resiko yang bisa Anda ambil:
Merupakan aksi menutup posisi Anda yang berlawanan dengan pergerakan harga pasar.

1. Cut loss
Merupakan aksi menutup posisi Anda yang berlawanan dengan pergerakan harga pasar. Cut loss digunakan untuk membatasi kerugian yang dialami sehingga tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar lagi.

Sebagai contoh, katakanlah kita sedang membuka posisi kita pada GBPUSD Open Buy pada harga 1.8000. Membuka posisi Buy berarti kita mengharapkan harga naik melebihi 1.8000 sehingga kita memperoleh untung. Harapan kita harga bergerak misalnya hingga 1.8100 sehingga kita bisa memperoleh profit 100 point. Namun apa daya, ternyata harga bergerak berlawanan dengan yang kita harapkan. Ternyata harga bergerak turun terus menerus dari 1.8000 menjadi 1.7980 dan masih menunjukkan tendensi turun.

Nah daripada kita mengalami kerugian lebih lanjut dan akhirnya mengalami margin call maka lebih baik posisi ditutup meskipun kita menanggung kerugian 20 point (1.8000 menjadi 1.7980 = -20 point). Aksi ini dinamakan cut loss yaitu menutup posisi yang merugi guna mencegah kerugian yang lebih besar.

Detail Kasus Lainnya:  Tuan A membuka posisi Buy GBP/USD pada 1.8850 dengan jumlah quantity 10000. Tuan A memprediksi bahwa tak lama lagi dia bisa melikuidasi posisinya tersebut pada 1.8900. Oleh karena itu dia membuat Risk Manajemen untuk posisinya: Stop Loss di 1.8800 dan Stop Limit pada 1.8900.

Ternyata harga bergerak turun tak menentu hingga kisaran 1.8820. Dengan segala pertimbangan, Tuan A ingin menutup begitu saja posisinya pada 1.8825. Sehingga Tuan A rugi 25 point (1.8825-1.8850 = -0.0025)

Profit dan Loss dihitung dengan rumus sebagai berikut

Diketahui:
Posisi Close: 1.8825
Posisi Open: 1.8850
Quantity: 10000

Profit/Loss = (1.8825 - 1.8850) x 10000
Loss = -0.0025 x 10000
Loss = $-25 (Tuan A mengalami kerugian $25

2. Switching
Aksi ini mirip dengan cut loss, namun bedanya setelah menutup posisi kita yang merugi, kita membuka posisi baru dengan arah yang sama dengan pergerakan harga pasar.

Pada kasus yang sama dengan cut loss diatas, maka kita menutup posisi kita di 1.7980 lalu kita membuka sebuah posisi baru Open Sell karena harga cenderung mengalami penurunan. Dengan demikian jikalau harga terus turun katakanlah mencapai 1.7900 maka secara keseluruhan kita mengalami loss 20 point namun memperoleh profit sebesar 80 points (1.7980-1.7900 = 80) sehingga total kita masih memperoleh profit 60 points.

Contoh kasus: Mr. X memperkirakan harga akan NAIK. Jadi untuk mendapat keuntungan dia memutuskan membeli (Buy) dengan harapan harga akan naik sehingga dia bisa menjual dengan harga yang lebih mahal dan mendapat selisih Keuntungan. Tapi ternyata bukannya naik, malah TURUN harganya.

Dan setelah analisa ulang, Mr. X berkesimpulan perkiraannya bahwa harga akan naik ternyata SALAH. Jadi apa yang harus dia lakukan ? Daripada melawan harga pasar dan menderita kerugian, lagipula harga akan turun lebih jauh dari sekarang Dia memutuskan menutup posisi Buy nya yang merugi dan kemudian membuka posisi baru Sell (dengan harapan harga akan turun). Dan ternyata harga terus turun sehingga dia mengalami keuntungan melebihi kerugian yang diterima di posisi Buy yang dia tutup sebelumnya. Kemudian dia menutup posisi Sell tersebut dan menerima keuntungan.

Tips Untuk Anda:

Lakukan hanya bila prediksi keuntungan switching melebihi nilai kerugian posisi pertama yang akan ditutup.Kalau ternyata harga berubah ternyata sesuai dengan prediksi pertama, maka anda akan menderita kerugian 2 kali, yaitu posisi pertama dan posisi kedua juga
Detail Kasus: Tuan A membuka posisi Buy GBP/USD pada 1.8850 dengan jumlah Quantity 30000. Tuan A memprediksi bahwa tak lama lagi dia bisa melikuidasi posisinya tersebut pada 1.8900. Oleh karena itu dia membuat Risk Manajemen untuk posisinya: Stop Loss di 1.8800 dan Stop Limit pada 1.8900. Ternyata harga bergerak turun tak menentu hingga kisaran 1.8820. Dengan segala pertimbangan, Tuan A ingin menutup begitu saja posisinya pada 1.8825. Sehingga Tuan A rugi 25 point (1.8825-1.8850 = -0.0025)

Diketahui:
Posisi Close: 1.8825
Posisi Open: 1.8850
Quantity: 30000

Maka:
Profit/Loss = (1.8825 - 1.8850) x 30000
Loss = -0.0025 x 30000
Loss = $-75 (Tuan A mengalami kerugian $75)

Kemudian Tuan A menganalisa lagi dan memprediksi harga dan diketahui harga akan terus bergerak turun, maka Tn. A membuka posisi Sell dengan Quantity sebanyak 20000 pada 1.8820. Tak beberapa lama harga terus turun hingga berada di kisaran 1.8730. Pada akhirnya Tn. A menutup posisinya pada 1.8740. Tuan A mendapatkan keuntungan 80 point (1.8820 - 1.8740 = 0.0080)

Profit/Loss = (1.8820 - 1.8740) x 20000
Profit = 0.0080 x 20000
Profit = $160

Keseluruhan hasil dari dua trading tadi adalah
Trading I = -$75
Trading II = $160
Laba = $160 - $75 = $85 atau Rp765.000,- ($1 = Rp 9000)

3. Averaging
Cara ini memerlukan modal ekstra untuk mempertahankan posisi yang telah kita buka yang ternyata bergerak berlawanan dengan harga pasar.

Katakanlah pada kasus yang sama dengan contoh Cut Loss diatas, maka jika kita hendak melakukan aksi averaging maka kita membuka posisi baru namun dalam hal ini tidak seperti switching yang menutup posisi kita yang mengalami kerugian lalu membuka posisi baru yang berlawanan dengan posisi kita yang sebelumnya dengan alasan harga telah bergerak turun. Pada averaging kita tidak menutup posisi kita yang telah dibuka (pada kasus ini Open Buy) lalu bahkan kita menambahinya dengan membuka posisi baru dengan arah yang sama yaitu Open Buy kembali!

Mengapa demikian? Bukankah kita telah melakukan Open Buy sebelumnya dan mengalami kerugian, lalu mengapa kita melakukan Open Buy kembali? Alasannya sederhana, kita berharap karena harga telah turun maka harga akan kembali naik sehingga ketika kita melakukan aksi Open Buy yang kedua diharapkan harga bergerak naik bahkan melampaui Open Buy kita yang pertama sehingga kita memperoleh keuntungan ganda.

Mr. X memprediksi bahwa harga akan naik maka dia membuka posisi Buy. Namun harga ternyata bergerak turun. Mr. X segera menganalisa lagi dan kesimpulannya harga hanya akan turun sesaat dan akan kembali naik sesuai analisa sebelumnya Dia memutuskan membuka posisi buy baru saat harga turun sehingga ketika harga naik kembali dia bukan hanya memiliki 1 posisi yang profit tapi 2 sekaligus. Ternyata benar, tidak lama kemudian harga naik dan kemudian Mr. X menutup kedua posisi nya tersebut, yang pertama dan yang kedua.

Detail Kasus: Tuan A membuka posisi Buy GBP/USD pada 1.8850 dengan jumlah Quantity 20000. Tuan A memprediksi bahwa tak lama lagi dia bisa melikuidasi posisinya tersebut pada 1.8900. Oleh karena itu dia membuat Risk Manajemen untuk posisinya: Stop Loss di 1.8800 dan Stop Limit pada 1.8900.

Ternyata harga terkoreksi dan bergerak turun hingga 1.8825. Tuan A kembali membuka posisi Buy GBP/USD pada 1.8825 dengan jumlah 10000. Dia juga memasang Stop Loss di 1.8800 dan Stop Limit pada 1.8900.

Lalu tak lama kemudian harga kembali terkoreksi dan menyentuh 1.8900. Dengan demikian Tuan A mendapatkan 2 keuntungan dari 2 posisi yang telah dibuka :

Posisi I :
Profit/Loss = (1.8900 - 1.8850) x 200000
Profit = 0.0050 x 20000
Profit Posisi I = $100

Posisi II :
Profit/Loss = (1.8900 - 1.8825) x 10000
Profit = 0.0075 x 10000
Profit Posisi II = $75

Jumlah Profit kedua posisi : $160 + $75 = $235 atau Rp2.115.000,- ($1 = Rp9000)

Ketiga manajemen resiko diatas sangat sederhana dan mudah untuk dilakukan. Jadi, betapa sayangnya kita mengalami kerugian hanya karena kita tidak mengetahui hal diatas. Namun apakah dengan mengetahui ketiga manajemen resiko tersebut kita dipastikan tidak pernah mengalami loss?

Jawabannya tentu saja tidak. Kalau Anda cermati, ketiga manajemen resiko diatas bertumpu pada satu hal: kemampuan kita menganalisa pergerakan harga. Ya, memang itulah inti dari forex trading. Manajemen resiko bahkan tidak pernah menjadi efektif apabila kita tidak mampu melakukan analisa dengan benar dan akurat. Jadi, mengetahui analisa adalah keharusan dalam memulai investasi di forex trading.

Masih banyak yang harus dipelajari dalam memasuki dan berinvestasi di dunia forex. Selamat kita baru saja mempelajari bagian terluar dari investasi ini. :)



View the original article here



Peliculas Online

Analisa Teknikal

Banyak sekali indikator-indikator yang digunakan pada analisa teknikal. Tapi di sini hanya dibahas beberapa yang paling sering digunakan.

Secara sederhana indikator dapat digolongkan menjadi 3 macam yaitu trendline indicator, oscillator dan momentum indicator.

Trendline indicator memiliki kegunaan utama untuk mengetahui trend yang sedang terjadi dengan rentang periode yang ada (meskipun demikian trendline indicator dapat juga digunakan untuk mengetahui hal lainnya seperti support dan resistance point, dsb).

Indikator Oscillator memiliki ciri yang khas yaitu memiliki rentang nilai yang terbatas, biasanya 0-100. RSI, Stochastic oscillator merupakan contoh indikator jenis ini. Biasanya digunakan untuk menentukan overbought dan oversold point yang pada akhirnya akan memicu uptrend atau pun downtrend.



View the original article here



Peliculas Online

Ecurrency dan Exchanger Online

Dalam setiap aktifitas bisnis dalam hal ini bisnis online,  pasti membutuhkan suatu alat pembayaran digital dalam melakukan transaksi karena transaksi dengan uang cash tidak bisa dilakukan di sini. Alat pembayaran digital ini disebut sebagai ecurrency yaitu alat pembayaran yang sah dan diterima secara umum di seluruh dunia, seperti misalnya Credit Card.  Ada banyak sekali cara jenis pembayaran ecurrency ini untuk melakukan transaksi bisnis secara online seperti ebullion, edinnar, webmoney, liberty reserve, paypal, alertpay dll.  Di sini kami akan memperkenalkan sistem pembayaran ecurrency yang populer digunakan dalam forex trading serta aman dan terpercaya untuk melakukan transaksi karena memiliki sistem pengamanan yang berlapis yaitu Libertyreserve.com

Ecurrency Liberty Reserve

Liberty Reserve (LR) hampir digunakan oleh seluruh broker forex online sebagai salah satu sistem pembayaran.  Memiliki banyak kelebihan dan menawarkan antaramuka yang mudah digunakan, biaya yang rendah dan sistem keamanan yang tinggi telah memungkinkan Anda untuk berbisnis secara efisien dan aman. Tak mengherankan jika Liberty Reserve (LR) menjadi sistem pembayaran yang sangat populer dalam forex trading online.

Cara Mendaftar di Liberty Reserve

1. Buka halaman browser Anda atau klik  www.libertyreserve.com
2. Kemudian klik “Create Account” pada bagian atas halaman.

3. Kemudian isi formulir pendaftaran pada halaman registrasi itu. Bila sudah terisi klik tombol "Agree" pada bagian bawah halaman untuk melanjutkan pendaftaran.

Cara Mendaftar Liberty Reserve

4. Anda akan diberikan beberapa data penting. LR memberlakukan pengamanan sistem berlapis selain menggunakan Password untuk login, LR juga memberi Anda Login PIN serta Master Key yang berguna saat anda melakukan aktifitas seperti pembayaran, transfer dana, update profil dsb.  Sebaiknya data penting ini Anda simpan dengan baik karena akan digunakan untuk login maupun dalam proses-proses kegiatan dalam account anda di Liberty Reserve.

Cara Mendaftar Liberty Reserve

5. Sedangkan Nomor Account LR dikirimkan ke email Anda. Buka email anda kemudian catat Nomor Account LR anda untuk proses login dan pengaktifan Account LR.

6. Untuk mengaktifkan Account LR anda harus login dan menggunakan No Account LR (yang diberikan melalui email) dan password yang sudah diberikan.

Cara Mendaftar Liberty Reserve

7. Login di LR ada beberapa STEP yang mebutuhkan anda untuk memasukan Password dan Login Key. Bila STEP sudah dipenuhi semua, maka saatnya untuk mengaktifkan account LR dengan melengkapi formulir isian tentang data diri Anda.

Cara Mendaftar Liberty Reserve

8. Klik Submit untuk menyelesaikan pengaktifan account LR anda. Bila sudah selesai account anda sudah siap digunakan. Jangan lupa untuk menyimpan data-data penting LR anda ditempat aman dan jangan diberitahukan kepada orang lain.

Exchanger merupakan merchant dalam proses pertukaran ecurrency, Anda bisa menukar matauang Rupiah menjadi currency ataupun sebaliknya melalui transfer antar bank. Yang Anda butuhkan adalah  account di merchant exchanger onlineini. Di indonesia saat ini sudah banyak merchant-merchant exchanger. anda bisa memilih salah satu merchant tersebut. Untuk mendaftar di merchant-merchant ini gratis dan gampang, sehingga saya kira, anda pasti tidak akan terlalu kesulitan untuk mendaftar di web mereka.

Beberapa Merchant yang bisa anda gunakan;
1. sentraegold.com
2. kliktukar.com
3. prochanger.com
4. fastchanger.com
5. dsb



View the original article here



Peliculas Online